Showing posts with label free speech. Show all posts
Showing posts with label free speech. Show all posts

Sunday, September 22, 2013

36w, progresses and thoughts..


Jadi di kehamilan 36 minggu ini lagi rajin ngelus-ngelus perut, ngajakin ngobrol baby terutama biar cepet kepalanya di bawah dan masuk panggul, dan lagi rajin marathon Game of Thrones season-season awal. Hahaha. Niatnya mau rajin-rajin renang sama jalan kaki tapi ya gitu deh. Abisan mau renang gak mungkin keluar sendiri, gak enak juga minta anter mulu. Jalan kaki tiap pagi kudu rajin digalakan sekaligus mengusir kebiasaan bumil satu ini yang doyan bangun (agak) siang. Kemaren sih udah berhasil jalan pagi dengan tujuan utama beli bubur di pengkolan. Hihihi.

Meneguhkan hati buat gak beli birthing ball/gym ball karena sayang duitnya, makenya pun (mungkin) cuma beberapa minggu menjelang kelahiran dengan berharap penuh pada komunikasi dengan baby untuk muter dan persalinan yang nyaman. Latihan relaksasi dari kelas hypnobirthing juga kudu lebih rajin lagi. Jujur berharap banget bisa dapetin manfaat hypnobirthing nanti pas persalinan. Karena gimana ya, takutnya nanti kalo prakteknya pas persalinan gagal rileks bisa-bisa minta SC saking gak kuatnya sakit. Duh pengen deh bawa mbak Neny (praktisi hypnobirthingku) buat jadi doula pas persalinan nanti. Huhuhu.

Tentang hal-hal yang selama ini dibaca dan didengar dan dipelajari dari berbagai sumber selama hamil, beberapa temen punya prinsip-prinsip tertentu macam “udah pokoknya SC aja kalo ada indikasi baby kenapa-kenapa” atau prinsip “anak gue ntar pake pampers aja kagak usah ribet pake clodi”, atau juga “baby dikasih botol aja biar gak ribet”. Balik lagi ke kenyamanan masing-masing indvidu sih, nah makanya pengen bahas ini nih. Contohnya:

Keinginan utama jelas bisa lahiran normal. Untuk alasan seperti takut kalo SC bisa-bisa gak bisa IMD karena satu dan lain hal yang berhubungan dengan operasinya, takut sakit pasca operasinya, perawatan pasca operasinya juga. Berharapnya lahiran normal aja, sakit sekalian tapi cepet sembuhnya, bisa segera IMD trus bisa cepet kecil perutnya. Hahaha.

Ngomongin soal ASIP nah ini belum beli botol-botol ASIP, antara masih nyari yang murah sama masih dilema males-malesan perawatannya yang kudu disteril dulu mengingat setidaknya dua bulan pertama bakal masih ketemuan tiap hari sama baby. Huhuhu. Udah beli cupfeeder Medela yang kecil itu dua biji tapi mikir lagi, Ya ampun segigih-gigihnya aku mau minumin pake cupfeeder tapi yang ngelakuin itu nantinya pastinya pengasuhnya bukan emaknya. Kalo sama emaknya kan langsung aja nemplok ke pabriknya terus pas utak-atik Medela Swing kan ada bonusnya nipple Calma, kepikiran deh. Ya udah pake botol aja yah, tujuan utama gak diminumin pake botol itu kan biar gak bingung puting yuk mari kita berdayakan dot yang bekerja seperti puting. Dan tampaknya Calma bisa mengatasi itu, nanti dites dulu kalo berhasil ya kita pakai botol dan dot Calma. Tapi di beberapa review ada juga kok merk-merk dot lain yang bisa bekerja ala-ala Calma gitu.

Talking about diapers, dulu jaman awal-awal hamil iya sih pengennya yang eco-friendly and so on and so on jadilah browsing-browsing cloth diaper (clodi). Browsing -> liat rekomendasi -> liat harga -> mahal -> menyerah. Hahaha. Gak berani gambling sih, ada yang bilang kalo yang murah atau lokal kualitasnya gak sebagus yang impor. Kualitas ini balik lagi juga ke cocok atau nggaknya pas dipake baby. Iya kalo ayem-ayem aja nah kalo iritasi atau gimana? Dan yaaaa.. urusan cuci mencuci itu ya. Kemaren barusan nyuci-nyuci segala perlengkapan bayi yang udah dibeli (calon eyang kakungnya sih yang nyuciin) dan itu banyak bener ya bok cuciannya. Kecil-kecil tapi buanyaaakkk. Kagak kebayang nanti kalo masih kudu nyuci clodi juga. Jadi untuk clodi dipikirkan lagi next time ya. Hihihi.

Box bayi. Beberapa berpendapat nggak perlu karena bayi kan enakan tidur sama ortunya. Apalagi kalo tengah malem bangun minta minum pasti malesin kalo kudu bangun dari kasur, nenenin, terus balikin lagi ke box. Tapi pertimbangan utama beli box bayi kemaren adalah: si Ayah gak mau anaknya tidur sama emaknya karena emaknya kalo tidur kayak kitiran (-_-“) sementara dia nya kalo tidur anteng sih. Huhuhu. Ya dipikir-pikir itu box bayi bisa dipake jadi play yard juga kok. Milihnya yang bisa getar, ada musiknya, ada sensornya juga (menghbur diri sendiri padahal fiturnya belum pada dicobain) :D Moga-moga my baby mau ya bobo di box nya, biar emaknya gak dilema antara udah kadung beli box bayi sama kebiasaan tidur kayak kitiran yang gak tau diobatinnya pake apa. Hehehe.

Soal jenis kelamin. USG dari 6 bulan gagal ngeliat dari depan karena selalu ditutupin sama si baby, jadi kakinya disilangin gitu. Akhirnya diintipin dari bawah dan karena tidak ditemukan “monas” jadi dengan sederhana disimpulkanlah bahwa perkiraannya cewek. Sampe ke USG berikutnya masih kayak gitu dan aku udah nyantai aja sembarang ini cowok apa cewek sama aja. Tapi kalo nanya feeling ya dari awal hamil sih feelingnya cowok. Sampe pas ikut kelas hypnobirthing sesi pertama diajarin komunikasi sama baby pake pendulum dijawablah sama si baby kalo dia cowok. Huaaaaa terus disuruh nyoba lai ditanyain di rumah, jawabannya masih laki-laki.
Karena masih excited banget, besoknya nanya lagi, dikasih pilihan diantara 2 nama yang udah disiapin. Nama cowok sama nama cewek. Milihnya nama cowok. Hahaha. Jadi ya kadang-kadang dipanggillah pake nama pilihannya dia. Gak tau apakah ini bener-bener akurat karena selama si baby belum lahir belum tahu yang bener yang mana tapi setidaknya mari kita percayai apa yang disampaikan melalui komunikasi dengan baby. Kalo salah pun ya gakpapa toh balik lagi, cowok/cewek sama aja, nama udah siap dua-duanya, perlengkapan bayi udah disiapin yang netral. Amaaaannnn :D.

Monday, June 10, 2013

my (first) baby

21w3d. My baby (oh yeah i'm still don't know for sure is it a boy or a girl) is being quiet after the-usual-kicking-session-at-night. Like it has been my baby's schedule, my baby will kick again at night until i fall asleep. That's the routine. My belly is getting bigger everyday especially since i've hit fifth month. Amazing to see my then-washboard-abs being rounder and rounder and plumper. Hahahaha.
About the kicks, i first noticed on my trip to Jakarta last month. Exactly at my fourth month. My baby created bubbles inside my belly. At the leftside of my tummy but now kicks are all over it.
Some mornings my baby woke me up. At the other morning my baby slept when i woke. It was always funny for me to find out that when i woke up at my left (that was the best side for pregger to sleep), my baby slept at my leftside of tummy, too.
Yesterday we attended two classes for preggers, lotsa pre-natal and post-natal informations. Just wanted to get prepared before my baby's arrival. I was so glad that my baby's daddy accompanied me and gave his best interest to that classes.
My baby is the best. When other preggers or moms told their stories, their experiences, i'm so thankful that i don't feel any nauseas, cravings, or particular pains through my pregnancy. Oh i think my baby knows that i told this because my baby's kicking right now. Hihihihi. I am so thankful because i can't imagine what will happen if my body became weak from this pregnancy. I simply live alone. My husband an parents don't live in the same city with me. I am so thankful that i can still be independent until this stage of pregnancy.
I am so in love with you, my baby. I don't care whether you will have a "N" or "F" as your first letter of your name. I hope you always okay, healthy, and grows perfectly.
I love you, dear baby. We'll see you at the next visit to obsgyn in a couple weeks. :')
Published with Blogger-droid v2.0.10

Saturday, January 28, 2012

Life isn't a fairy tale

Hobi baca -novel, komik dari yang horor sampe serial cantik, koran atau apa aja- bikin saya menginginkan fairy tale itu ada. Kecintaan pada Disney's princesses, royal family stories all around the world, cerita-cerita film Inggris di abad pertengahan bikin saya ngerasa hidup jadi putri itu menyenangkan. Pada akhirnya sadar sendiri, i'm not even a royal. Novel-novel romantis kemudian mengubah haluan, betapa menyenangkan menjadi gadis yang selalu mendapatkan apapun yang dia mau, memang bukan seorang putri tapi selalu punya prince charming sigap di saat apa pun. Pokoknya si gadis selalu diselamatkan oleh tipe pangeran yang sempurna. Bukankah cerita-cerita romantis selalu berakhir seperti itu? Tokoh utama wanita yang melalui apa pun dalam hidupnya pada akhirnya mendapatkan pangeran tampan dan hidup bahagia selamanya.


Memang ya yang namanya hidup itu kalo gak dijalanin dulu ya gak akan ketauan gimana ceritanya. Pacaran sama si jelek menyadarkan bahwa yang namanya happy ever after itu harus diperjuangkan. Cerita Cinderella hanya berakhir di pernikahan dan ditutup dengan kalimat "..and they lived happily ever after." Dari pernikahan sampai akhir yang sebenarnya, bagaimana mereka punya anak kemudian anak mereka tumbuh besar kemudian bagaimana mereka meninggal kita gak pernah tahu. We have to find that by ourselves.


So true that i love Kate Middleton, how a commoner -millionaire commoner, exactly- married to a prince. Becoming a future queen. That's a life that every girl in the world would die for. But let's back to reality, i'm happy with what i've got. A handsome and caring husband, a bestfriend-turned-husband for real. From him i learned a lot that life isn't a fairy tale. We will have our own obstacles, different point of views, but after all it's love that made us through all of those years. And we should respect that. I may not live like Kate Middleton, but hey, we're all have our own luck. Hahaha.


It's good to have a dream living a fairy tale life but let's face the reality. If you want it, fight for it.


Lamaaaa banget pengen posting kayak gini, tapi akhirnya baru kesampaian sekarang. Inget banget dulu si jelek pernah bilang, hidup kan gak melulu seperti di novel. Gak seindah cerita-cerita karangan. Semua harus diperjuangkan. Apalagi kalo pas lagi ngambek-ngambekan. Hahaha.


Love you, jelek. Let's live happily ever after! :3


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tuesday, January 10, 2012

Sehat itu mahal. Literally.

Bangun pagi dikejutkan kabar seorang teman satu seksi kecelakaan semalam. Patah tulang. Akan dioperasi di sebuah rumah sakit. Menjenguklah kita kesana. Baru tahu kalo operasi tulang plus sambung pen mahal banget. Teman saya itu tulang punggung keluarga, kita gak tega juga duit dari mana buat bayar biaya segitu. Mana pasti opname lama keluar biaya gak sedikit juga nantinya. Untung punya askes jadi dirujuk ke rumah sakit yang bisa memanfaatkan askes. Paling nggak bisa meringankan biaya perawatannya.

Dari situ jadi kerasa banget kalo sehat itu mahal. Yang namanya takdir, kita kena sakit, kecelakaan jelas nggak bisa dihindari tapi setidaknya ini jadi semacam peringatan. Harus siapin dana untuk hal-hal gak terduga seperti ini. Mungkin lebih baik mengurangi online shopping dan belanja gak jelas. Lebih baik uangnya parkir di tabungan untuk mengantisipasi hal-hal yang mendesak dan butuh segera. Kalo udah punya asuransi kesehatan, jangan lupa dipakai dan diajukan klaim kalo kejadian-kejadiannya termasuk yang dicover asuransi. Pokoknya jangan sampai nggak segera ditangani hanya karena nggak punya dana.

Pernah liat rincian tindakan dan obat dalam sebuah struk dari rumah sakit? Daftar panjang yang bakal bikin nyadar kalo sehat itu mahal. :)



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, January 7, 2012

Tentang keisengan dan blundernya

Mungkin saya telat buat komen tentang kejadian ini. Lebih tepatnya komen di blog karena awalnya rasanya cukup buat nyinyir di depan kawan-kawan saja. Tapi ya bakat nyinyir emang gak kemana, kalo gak puas ngebahas aja sekarang ditulis sekalian, jadi nyinyirnya punya bukti otentik. Hahaha. Prolog apa pula ini.

Sepele. Cuma mau ngomentarin tentang Suster Ngesot Gadungan di sebuah apartemen di Jakarta yang niat awalnya menurut pelaku alias pemeran Suster Ngesot buat ngasih surprise ke temannya yang berulangtahun. Skenarionya, si mbak Ngesot nunggu di depan pintu lift dengan dandanan lengkap plus ngejogrok di depan pintu dimana temannya akan menuju lantai tersebut. Keadaan menjadi berbalik ketika si teman sukses ketakutan ketika keluar lift namun ternyata ada seorang satpam yang ada di lift bareng si teman tersebut seketika menendang si mbak Ngesot. Secara posisinya ndeprok jelaslah itu tendangan kena muka, menurut berita si mbak Ngesot luka dan beberapa gigi tanggal dan menuntut si bapak satpam. Rame lah disini.

Pro kontra siapa yang salah. Bijak atau tidak menuntut si bapak satpam. Saya pribadi berpendapat, gak perlulah nuntut, ngaca dulu kenapa bisa kejadian. Kenapa si bapak satpam nendang. Gak ada asap kalo gak ada api, begitu istilahnya. Tapi ya berita sampe hari ini tampaknya tuntutan masih berlanjut.

Mungkin si mbak Ngesot pernah nonton tv sebuah acara yang menampilkan video-video dari YouTube dengan tema-tema beragam. Pada sebuah episode, pernah ditayangkan sebuah tema yang berjudul kuranglebih keisengan yang gagal dimana keisengan tersebut menjadi blunder, entah dari pihak yang iseng atau yang diisengi.

Dua video sangat mengena untuk saya. Terlalu tragis. Video pertama, seorang gadis yang berulangtahun dikerjai di rumah oleh teman-temannya. Everything went normal. Si gadis setelah berbelanja ngobrol dengan temannya, ada yang menggunakan video, sementara ada yang sembunyi untuk mengagetkannya dengan topeng. Pas ngobrol, teman bertopeng melakukan aksinya, hanya dengan muncul tiba -tiba sambil berteriak 'ha!' si gadis kaget dengan sukses trus lari keluar rumah, teriak-teriak histeris. Dikejarlah sama temannya. Tragis, sebuah mobil menabrak gadis tersebut. Lehernya patah dan tewas. Sempat dengar temannya menangis dan berteriak.

Video kedua, beberapa anak kecil bermaksud mengejutkan tukang sampah yang biasanya mengambil sampah di kompleks mereka. Seorang anak masuk tong sampah, yang lainnya merekam. Tukang sampah datang, tidak seperti biasanya yang membuka tong sampah, tapi langsung mengangkat dan menuangkan isinya ke mesin penghancur sampah. Kemudian pergi. Teman-temannya hanya bisa bengong. Di akhir video dituliskan RIP Nick 2000-2008 atau kuranglebih begitu.

Mungkin si mbak Ngesot bisa sedikit berpikir menggunakan 'seandainya'. Ketika keadaan berbalik dan tidak terjadi sebagaimana mestinya. Mungkin bukan dia yang kena tendang, tapi orang lain atau bahkan temannya sendiri kaget melihat penampakannya dan tiba-tiba kena serangan jantung. And the rest is history. Who knows.

A joke is a joke when somebody finds it funny. You can search those videos on YouTube, I just can't do that. Too heartbreaking.



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Wednesday, December 14, 2011

Worst Rejections

Today is the day when I get my other rejections. Pengumuman D4. It's killing,you know. I don't know if I can survive through this day. I don't know how I face tomorrow. Overreact,maybe. The future is totally blank for me now.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, November 22, 2011

The Perfect Recipe To Be Bautiful

I’m sorry.

I’m sorry I don’t have the most perfect skin.
I’m sorry I don’t look like a Victoria Secrets model
I’m sorry I don’t have the best style.
I’m sorry I’m not tall.
I’m sorry I’m not perfectly skinny- 5’7 nor 100 pounds.
I’m sorry I have stretch marks here and there.
I’m sorry I have bad hijab days.
I’m sorry that I’m plain.
I’m sorry my eyebrows aren’t thin and perfectly trimmed.
I’m sorry my face isn’t caked in make-up.
I’m sorry that I can never meet society’s standards.

But you know what?

I don’t need to care about society’s criteria.
I don’t need people to tell me I’m beautiful.
I don’t need compliments to make me feel better.
I don’t need a superficial love that can’t withstand a stretch mark here or chub there.
I don’t need to keep sinking into a never ending pit of low self-esteem.

Because I looked to Allah, and He told me the perfect recipe to be Beautiful.
Not just temporarily, but forever.

“And the servants of the Most Merciful are those who walk upon the earth easily, and when the ignorant address them [harshly], they say [words of] peace,…” [25:63]

“And [they are] those who, when they spend, do so not excessively or sparingly but are ever, between that, [justly] moderate.” [25:67]

“And he who repents and does righteousness does indeed turn to Allah with [accepted] repentance. And [they are] those who do not testify to falsehood, and when they pass near ill speech, they pass by with dignity. And those who, when reminded of the verses of their Lord, do not fall upon them deaf and blind. And those who say, “Our Lord, grant us from among our wives and offspring comfort to our eyes and make us an example for the righteous.” Those will be awarded the Chamber for what they patiently endured, and they will be received therein with greetings and [words of] peace.” [25:71-75]

Ya Allah, when the world criticizes me a million times over
Ya Allah, when the world keeps telling me hurtful things
Ya Allah, when the world keeps pushing “ugly” at me.
Give me the courage to hold firm to your Deen.
Ya Allah, as long as I am beautiful to you, nothing else matters.

Ya Allah, even when everyone leaves my side, let me take comfort in the fact that
You are closer to me than my jugular vein [50:16]

Thursday, November 10, 2011

It's not easy as it seems...

Ada saat dimana saya merasa inkonsisten dan sedikit banyak mulai melanggar komitmen atas diri saya sendiri. Dan ketika itu saya kembali mempertanyakan, apa sih tujuan awal saya melakukan itu. And why now I'm having second thought? Apa yang dibilang orang tentang istiqomah itu sulit.

Memutuskan memakai kerudung pada tanggal 1 Oktober 2008. Tepat pada hari Idul Fitri. Atas alasan apa? Karena saya merasa siap saat itu. Tanpa paksaan. Saya tidak pernah membiarkan diri saya melakukan hal yang saya tahu dengan sadar saya tidak mau melakukannya. Termasuk mengenakan kerudung. Entah mengapa sampai sekarang saya menyebut diri saya 'kerudungan' bukan 'jilbaban'. Artinya tampak beda untuk saya. Saya percaya keinginan berkerudung itu muncul dari diri sendiri, atas apa yang saya percayai sebagai hidayah, atas apa yang saya percayai merupakan bentuk kesiapan dari diri saya sendiri. Kala itu saya berkata pada diri sendiri, kalau sudah tiba saatnya perasaan ingin berkerudung itu datang, saya tidak akan menghalangi. Karena siapa tahu kesempatan itu hanya datang sekali lalu saya mati sebelum melakukannya.

Dan begitulah tiga tahun sudah lewat, bukan tanpa tantangan. Karena bahkan saya sendiri pun merasa, mengambil keputusan itu adalah sebuah tantangan. Saya mengerti dan memahami kalau keputusan itu akan mempengaruhi kehidupan saya. Mengenakan kerudung berarti mengalahkan ego saya sendiri. That's the hardest part.

I love dressing up, wear make up, shopping, anything about fashion. Wearing hijab means I have to restrict myself and adapt with new rules. Perasaan tidak konsisten ini muncul beberapa kali, sekarang sih muncul lagi. I miss dressing up. Wear clothes and things I like without any restrictions, and due to it I couldn't judge anyone who feels the same. There's nothing easy in every process.

Don't you wanna know how I overcome this situation? Fed myself up with bunch of hijabi's blogs. Though I still enjoy a lot of nonhijabi's blogs,too. :D




Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sunday, September 4, 2011

tablet tablet tablet



Beberapa bulan terakhir ini keinget-inget sama kecantikan sebuah benda bernama tablet PC.
Ini semua gara-gara iPad yang cantik dan gaya, trus ada Samsung Galaxy Tab yang sampe ada 2 versi dan versi 10.1 itu cakep bener, dan merk-merk lain yang juga merilis tablet. Padahal kalo dipikir-pikir, apa sih gunanya apa sih kelebihannya yang bener-bener bikin saya harus beli?
Netbook udah punya. Semua kerjaan yang berhubungan dengan komputer larinya ya ke netbook itu, mau nonton film, nyetel musik, bahkan internetan aja cuma tinggal colok modem. Netbook saya juga saya pilih sendiri, saya beli pake duit sendiri, saya sayang-sayang, eh sekarang ada tablet-tablet yang sedikit demi sedikit membuat saya membosan sama si netbook imut kecil putih itu.

Internetan kan bisa lewat handphone juga. Saat ini saya pake Blackberry, biarpun seri lama yang ketika itu jaringan cuma bisa ambil EDGE alias bukan yang 3G tapi yang namanya internetan pake Blackberry itu tetep aja ngebut. Kecuali kalo pas providernya bikin emosi sih ya. Nah jadi apa dong kelebihan itu tablet-tablet cantik?

Posting ini sebenarnya untuk menanyakan pada diri saya sendiri, penting gak sih beli tablet itu? Sepenting apa? Mengingat harganya gak murah, coba kalo 200 ribuan gitu sih ayo aja kita beli. Hahahah. Ngomong-ngomong beberapa kejadian mengingatkan saya buat gak keburu nafsu buru-buru beli ini barang.

Awalnya jatuh cinta sama iPad (who doesn't?) tapi mengingat malesinnya beli-beli aplikasi, sharing filenya harus lewat komputer dan pake aplikasi iTunes (di iPod sih, entah kalo di iPad) pula bikin rada males mengingat mindah-mindah lagu ke iPod sendiri aja harus disertai mood yang kuat. Halah. Biarpun cantik bangetbangetbanget -bahkan tablet tercantik dari semua tablet di muka bumi ini- tapi akhirnya tetep dicoret dari daftar.

Bandingin sana bandingin sini, jatuh cinta deh sama Samsung Galaxy Tab. Desainnya cakep trus pengen punya Android juga. Pengen tau sih rasanya kayak apa make Android gitu. Temen-temen di kantor beberapa sudah ada yang bawa Galaxy Tab ini tapi yang seri pertama alias yang 7 inchi atau berapa yang kecil setelapak tangan itu, nah pas review ada barang baru-Samsung Galaxy Tab 10.1, saya sukaaaaa banget yang ini. Gak kekecilan. Perasaan kalo tablet cuma selebar tangan kok rasanya gak mantep aja gitu diliatnya. Pas liat ke toko, harganya agak lumayan, kardusnya sih bagus ya secara yang jual gak punya dummy atau contoh yang udah dibuka, nah yang bikin ilfil, itu tablet kagak bisa dipake telepon. Mengingat generasi sebelumnya bisa dipake telepon, kekurangan yang satu ini bikin saya ngerasa "yaaahhh..." Dan selesailah kisah cinta saya dengan Galaxy Tab :D

Liat sana liat sini, banyak bener tablet bertebaran dengan berbagai merk dari yang terkenal sampe gak terkenal, dari mahal banget sampe murah banget. Dan rata-rata makenya cuma buat main game. Fiuh...
Sampai kemarin saya liat di majalah ada yang namanya Acer Iconia A500. Reviewnya bisa diliat disini. Sebelumnya pernah denger tapi belum pernah liat wujud dan spesifikasinya. Eh kok cakep dan yang paling penting ada slot USBnya. Ya ampun. This is what i'm looking for. Dasar gak mau ribet. Saya males banget kalo mau mindah file apa dikit harus nyolok komputer.


Maunya pake flashdisk atau harddisk eksternal... voila, kepindah deh. Udah seneng-seneng gitu, mana cakep pula barangnya, harganya cukup terjangkau, bisa lah ini jadi kandidat kuat untuk dibawa pulang. Ealahh, usut punya usut, itu barang cuma ngandelin WiFi. kagak ada slot SIMcard-nya! Kyaaaaa.... gimana coba kalo pas kita gak punya jaringan wifi? Masa iya jalan gitu bawa tablet eh tetep nyolok modem. Nyolok modem! Diantara ketipisan dan kecantikan si tablet eh ada yang nyembul di pojokan. Modem. (oke saya mulai lebay..) udah gitu si suami ganteng saya (ciee suami, terakhir masih pacar :p) bilang takutnya merk itu nggak awet. Ya sutralah, akhirnya karena alasan utama gak tersedianya 3G bikin saya say goodbye sama keinginan memiliki si cantik ini.

Naaahhh ini nih pamungkasnya. Jengjengjeng *setel musik* si ganteng Blackberry Playbook.
Ini tablet bahaya banget soalnya saya belum bisa dadah-dadah cantik mencari alasan melepas kepergiannya. Jadi saya sudah baca reviewnya barengan waktu masih ngefans sama iPad sama si Galaxy Tab. Awalnya cuma ho oh-ho oh aja, iya sih cakep, keren, tapi rasanya aduh saya kan udah pake Blackberry masak pake Blackberry lagi. Pengen nyobain pake Android. Aduh ini nanti jangan-jangan mindah file nya semacam iPad nih, pake aplikasi macam iTunes. Nah setelah saya patah hati gara-gara si Acer Iconia gak punya slot SIMcard, saya iseng buka-buka lagi si Playbook, liat-liat dari berbagai sumber, yang situs resminya, yang review orang-orang. Iya sih gak punya USB port, ada semacam Blackberry Bridge yang entah apa kayak gimana saya gak tau cara kerjanya, tapi secara harga cukup terjangkau, penampilannya ganteng, udah gak cantik lagi nih, 7 inchi. Yang rada ganggu, ini kenapa kok jarak layar ke ujung agak lumayan tebel menurut saya, beberapa centimeter jadi tampak kayak kurang luas gitu layarnya. Hehehe. Tapi yang bikin saya bener-bener jatuh cinta adalah setelah melihat video di bawah ini. Entah ini video iklan komersial resminya atau bukan, tapi yang jelas video ini beneran bikin mupeng. Coba disimak :D