Tuesday, November 22, 2011

The Perfect Recipe To Be Bautiful

I’m sorry.

I’m sorry I don’t have the most perfect skin.
I’m sorry I don’t look like a Victoria Secrets model
I’m sorry I don’t have the best style.
I’m sorry I’m not tall.
I’m sorry I’m not perfectly skinny- 5’7 nor 100 pounds.
I’m sorry I have stretch marks here and there.
I’m sorry I have bad hijab days.
I’m sorry that I’m plain.
I’m sorry my eyebrows aren’t thin and perfectly trimmed.
I’m sorry my face isn’t caked in make-up.
I’m sorry that I can never meet society’s standards.

But you know what?

I don’t need to care about society’s criteria.
I don’t need people to tell me I’m beautiful.
I don’t need compliments to make me feel better.
I don’t need a superficial love that can’t withstand a stretch mark here or chub there.
I don’t need to keep sinking into a never ending pit of low self-esteem.

Because I looked to Allah, and He told me the perfect recipe to be Beautiful.
Not just temporarily, but forever.

“And the servants of the Most Merciful are those who walk upon the earth easily, and when the ignorant address them [harshly], they say [words of] peace,…” [25:63]

“And [they are] those who, when they spend, do so not excessively or sparingly but are ever, between that, [justly] moderate.” [25:67]

“And he who repents and does righteousness does indeed turn to Allah with [accepted] repentance. And [they are] those who do not testify to falsehood, and when they pass near ill speech, they pass by with dignity. And those who, when reminded of the verses of their Lord, do not fall upon them deaf and blind. And those who say, “Our Lord, grant us from among our wives and offspring comfort to our eyes and make us an example for the righteous.” Those will be awarded the Chamber for what they patiently endured, and they will be received therein with greetings and [words of] peace.” [25:71-75]

Ya Allah, when the world criticizes me a million times over
Ya Allah, when the world keeps telling me hurtful things
Ya Allah, when the world keeps pushing “ugly” at me.
Give me the courage to hold firm to your Deen.
Ya Allah, as long as I am beautiful to you, nothing else matters.

Ya Allah, even when everyone leaves my side, let me take comfort in the fact that
You are closer to me than my jugular vein [50:16]

Thursday, November 10, 2011

It's not easy as it seems...

Ada saat dimana saya merasa inkonsisten dan sedikit banyak mulai melanggar komitmen atas diri saya sendiri. Dan ketika itu saya kembali mempertanyakan, apa sih tujuan awal saya melakukan itu. And why now I'm having second thought? Apa yang dibilang orang tentang istiqomah itu sulit.

Memutuskan memakai kerudung pada tanggal 1 Oktober 2008. Tepat pada hari Idul Fitri. Atas alasan apa? Karena saya merasa siap saat itu. Tanpa paksaan. Saya tidak pernah membiarkan diri saya melakukan hal yang saya tahu dengan sadar saya tidak mau melakukannya. Termasuk mengenakan kerudung. Entah mengapa sampai sekarang saya menyebut diri saya 'kerudungan' bukan 'jilbaban'. Artinya tampak beda untuk saya. Saya percaya keinginan berkerudung itu muncul dari diri sendiri, atas apa yang saya percayai sebagai hidayah, atas apa yang saya percayai merupakan bentuk kesiapan dari diri saya sendiri. Kala itu saya berkata pada diri sendiri, kalau sudah tiba saatnya perasaan ingin berkerudung itu datang, saya tidak akan menghalangi. Karena siapa tahu kesempatan itu hanya datang sekali lalu saya mati sebelum melakukannya.

Dan begitulah tiga tahun sudah lewat, bukan tanpa tantangan. Karena bahkan saya sendiri pun merasa, mengambil keputusan itu adalah sebuah tantangan. Saya mengerti dan memahami kalau keputusan itu akan mempengaruhi kehidupan saya. Mengenakan kerudung berarti mengalahkan ego saya sendiri. That's the hardest part.

I love dressing up, wear make up, shopping, anything about fashion. Wearing hijab means I have to restrict myself and adapt with new rules. Perasaan tidak konsisten ini muncul beberapa kali, sekarang sih muncul lagi. I miss dressing up. Wear clothes and things I like without any restrictions, and due to it I couldn't judge anyone who feels the same. There's nothing easy in every process.

Don't you wanna know how I overcome this situation? Fed myself up with bunch of hijabi's blogs. Though I still enjoy a lot of nonhijabi's blogs,too. :D




Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, November 8, 2011

Because I'm obsessed..

..to Kate Middleton, Duchess of Cambridge, and by no intention found some websites and blogs about her. As a loyal fans, I felt that they already did something bigger proving their loyalty. Kyaaaa... by the way, I found those websites and blogs really helping for someone who admires Kate Middleton so much. For her beauty, fashion sense, life, and everything.

As for that, I share two of my best selected websites and blogs I found in my blog page. You can click and enjoy them like me checking them enthusiastically everyday. :)


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Thursday, October 6, 2011

Good bye, Mr. Jobs

"Your time is limited, so don't waste it living someone else's life. Don't be trapped by dogma – which is living with the results of other people's thinking. Don't let the noise of other's opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary." - Steve Jobs.

You'll be missed :)


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, September 13, 2011

'lil sneak peek..




gak kebagian T.T



few pictures from my wedding reception, taken from my brother's phone..

Monday, September 12, 2011

Tumben laki gue gombal ♥

12 September 2011 percakapan via sms.

Him :
Klo sedih kmarilah dan kita bergembira.. Wkwkwkkw

Me :
Ih km kok skrg suka ketawa bebek :3

Him :
Iy, bebek tampan..

Me :
Wakakakka
Trus aku bebek cantik ndak?

Him :
Kamyu mau disamakan dgn bebek?
Mestiny engkau adalah rembulan.. :p

Me :
Widih
Nanti jd bebek yg merindukan rembulan :3

Him :
Gpp,
Toh yg pnting tampan..


*wakakak baca ini semalem sambil bayangin ekspresi dia itu sumpah lucu bangettttt*



Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Sunday, September 4, 2011

tablet tablet tablet



Beberapa bulan terakhir ini keinget-inget sama kecantikan sebuah benda bernama tablet PC.
Ini semua gara-gara iPad yang cantik dan gaya, trus ada Samsung Galaxy Tab yang sampe ada 2 versi dan versi 10.1 itu cakep bener, dan merk-merk lain yang juga merilis tablet. Padahal kalo dipikir-pikir, apa sih gunanya apa sih kelebihannya yang bener-bener bikin saya harus beli?
Netbook udah punya. Semua kerjaan yang berhubungan dengan komputer larinya ya ke netbook itu, mau nonton film, nyetel musik, bahkan internetan aja cuma tinggal colok modem. Netbook saya juga saya pilih sendiri, saya beli pake duit sendiri, saya sayang-sayang, eh sekarang ada tablet-tablet yang sedikit demi sedikit membuat saya membosan sama si netbook imut kecil putih itu.

Internetan kan bisa lewat handphone juga. Saat ini saya pake Blackberry, biarpun seri lama yang ketika itu jaringan cuma bisa ambil EDGE alias bukan yang 3G tapi yang namanya internetan pake Blackberry itu tetep aja ngebut. Kecuali kalo pas providernya bikin emosi sih ya. Nah jadi apa dong kelebihan itu tablet-tablet cantik?

Posting ini sebenarnya untuk menanyakan pada diri saya sendiri, penting gak sih beli tablet itu? Sepenting apa? Mengingat harganya gak murah, coba kalo 200 ribuan gitu sih ayo aja kita beli. Hahahah. Ngomong-ngomong beberapa kejadian mengingatkan saya buat gak keburu nafsu buru-buru beli ini barang.

Awalnya jatuh cinta sama iPad (who doesn't?) tapi mengingat malesinnya beli-beli aplikasi, sharing filenya harus lewat komputer dan pake aplikasi iTunes (di iPod sih, entah kalo di iPad) pula bikin rada males mengingat mindah-mindah lagu ke iPod sendiri aja harus disertai mood yang kuat. Halah. Biarpun cantik bangetbangetbanget -bahkan tablet tercantik dari semua tablet di muka bumi ini- tapi akhirnya tetep dicoret dari daftar.

Bandingin sana bandingin sini, jatuh cinta deh sama Samsung Galaxy Tab. Desainnya cakep trus pengen punya Android juga. Pengen tau sih rasanya kayak apa make Android gitu. Temen-temen di kantor beberapa sudah ada yang bawa Galaxy Tab ini tapi yang seri pertama alias yang 7 inchi atau berapa yang kecil setelapak tangan itu, nah pas review ada barang baru-Samsung Galaxy Tab 10.1, saya sukaaaaa banget yang ini. Gak kekecilan. Perasaan kalo tablet cuma selebar tangan kok rasanya gak mantep aja gitu diliatnya. Pas liat ke toko, harganya agak lumayan, kardusnya sih bagus ya secara yang jual gak punya dummy atau contoh yang udah dibuka, nah yang bikin ilfil, itu tablet kagak bisa dipake telepon. Mengingat generasi sebelumnya bisa dipake telepon, kekurangan yang satu ini bikin saya ngerasa "yaaahhh..." Dan selesailah kisah cinta saya dengan Galaxy Tab :D

Liat sana liat sini, banyak bener tablet bertebaran dengan berbagai merk dari yang terkenal sampe gak terkenal, dari mahal banget sampe murah banget. Dan rata-rata makenya cuma buat main game. Fiuh...
Sampai kemarin saya liat di majalah ada yang namanya Acer Iconia A500. Reviewnya bisa diliat disini. Sebelumnya pernah denger tapi belum pernah liat wujud dan spesifikasinya. Eh kok cakep dan yang paling penting ada slot USBnya. Ya ampun. This is what i'm looking for. Dasar gak mau ribet. Saya males banget kalo mau mindah file apa dikit harus nyolok komputer.


Maunya pake flashdisk atau harddisk eksternal... voila, kepindah deh. Udah seneng-seneng gitu, mana cakep pula barangnya, harganya cukup terjangkau, bisa lah ini jadi kandidat kuat untuk dibawa pulang. Ealahh, usut punya usut, itu barang cuma ngandelin WiFi. kagak ada slot SIMcard-nya! Kyaaaaa.... gimana coba kalo pas kita gak punya jaringan wifi? Masa iya jalan gitu bawa tablet eh tetep nyolok modem. Nyolok modem! Diantara ketipisan dan kecantikan si tablet eh ada yang nyembul di pojokan. Modem. (oke saya mulai lebay..) udah gitu si suami ganteng saya (ciee suami, terakhir masih pacar :p) bilang takutnya merk itu nggak awet. Ya sutralah, akhirnya karena alasan utama gak tersedianya 3G bikin saya say goodbye sama keinginan memiliki si cantik ini.

Naaahhh ini nih pamungkasnya. Jengjengjeng *setel musik* si ganteng Blackberry Playbook.
Ini tablet bahaya banget soalnya saya belum bisa dadah-dadah cantik mencari alasan melepas kepergiannya. Jadi saya sudah baca reviewnya barengan waktu masih ngefans sama iPad sama si Galaxy Tab. Awalnya cuma ho oh-ho oh aja, iya sih cakep, keren, tapi rasanya aduh saya kan udah pake Blackberry masak pake Blackberry lagi. Pengen nyobain pake Android. Aduh ini nanti jangan-jangan mindah file nya semacam iPad nih, pake aplikasi macam iTunes. Nah setelah saya patah hati gara-gara si Acer Iconia gak punya slot SIMcard, saya iseng buka-buka lagi si Playbook, liat-liat dari berbagai sumber, yang situs resminya, yang review orang-orang. Iya sih gak punya USB port, ada semacam Blackberry Bridge yang entah apa kayak gimana saya gak tau cara kerjanya, tapi secara harga cukup terjangkau, penampilannya ganteng, udah gak cantik lagi nih, 7 inchi. Yang rada ganggu, ini kenapa kok jarak layar ke ujung agak lumayan tebel menurut saya, beberapa centimeter jadi tampak kayak kurang luas gitu layarnya. Hehehe. Tapi yang bikin saya bener-bener jatuh cinta adalah setelah melihat video di bawah ini. Entah ini video iklan komersial resminya atau bukan, tapi yang jelas video ini beneran bikin mupeng. Coba disimak :D